Sejarah Yogyakarta

11 July 2019 62x Artikel blog

Beranda » Artikel blog » Sejarah Yogyakarta

Yogyakarta atau nama lengkapnya Daerah Istimewa Yogyakarta dan dalam bahasa jawa sering di sebut ngayogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di negara Republik indonesia,serta kota terbesar ke empat di wilayah pulau jawa setelah Bandung,Malang dan surakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia.

Daerah istimewa Yogyakarta
Jogja

Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas :

  • 1 Kotamadya Kabupaten
  • 4 Kabupaten
  • 78 Kecamatan
  • 438 Desa/Kelurahan
Peta Yogyakarta
Peta Yogyakarta SONYCtrans

Menurut sensus penduduk tahun 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2 (sumber : wikipedia )

Raja jYogyakarta
Raja Yogyakarta Dan presiden Indonesia

Yogyakarta pernah menjadi ibu kota negara indonesia pada masa penjajahan belanda. Pemindahan ibu kota ini dilakukan karena Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng Sekutu dan Jakarta berhasil diduduki pada 29 September 1945. Lalu, pada 2 Januari 1946, Sultan HB IX mengirim kurir ke Jakarta dan menyarankan agar ibu kota pindah ke Yogya. Tawaran itu pun diterima oleh Bung Karno. Yogyakarta termasuk daerah yang paling siap menerima kemerdekaan. Bahkan, pengumuman kemerdekaan pun disiarkan lewat Masjid Gedhe Kauman kala itu. Pemindahan itu juga berakibat pada HUT pertama RI juga dirayakan di Yogyakarta. “Namun ternyata, dari segi luas wilayah Yogya relatif kecil untuk menjadi ibu kota Indonesia, akhirnya gedung pemerintahan pun terpencar sampai Solo dan Magelang,”

Yogyakarta tempo dulu
Suasana Yogyakarta tempo dulu

Pada masa itu gedung yang digunakan untuk aktivitas pemerintahan di Yogyakarta, antara lain Hotel Merdeka atau yang sekarang dikenal sebagai Inna Garuda sebagai pusat pemerintahan, Gedung Agung disebut sebagai Presidenan atau tempat kepala negara, dan Departemen Sosial yang menempati rumah di belakang Gereja Kotabaru ( dikutip dari : Liputan 6.com )

Daerah Istimewa Yogyakarta memang sebuah daerah yang istimewa sejak berabad abad yang lalu. Keberadaannya secara istimewa diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai wilayah kerajaan yang dalam hal ini merupakan wilayah Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Kasultanan Yogya saat ini diperintah oleh Sri Sultan Hamengku Buwono ke 10 dan berikut sejarah singkat keraton Yogyakarta.

Sebagai sejarah singkat keraton Yogyakarta, tercatat pernah ada sebuah kerajaan Islam yang terletak di bagian tengah agak ke selatan Pulau Jawa bernama Mataram. Kerajaan ini berpusat di Kota Gede yang letakknya berada di sebelah tenggara kota Yogyakarta saat ini. Pusat Kerajaan ini terus berpindah mulai dari Plered, Kartasura hingga Surakarta akibat invervensi Belanda saat itu.

Tugu yogyakarta tempo dulu
Tugu jogja jaman dulu

Akibat dari itulah, muncul pergerakan anti Belanda yang dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi. Gerakan tersebut berujung pada perjanjian Giyanti atau Palihan Nagari pada tanggal 13 Februari 1755 atau pada penanggalan jawa yakni pada Kemis Kliwon, 12 Rabingulakir 1680 TJ. Perjanjian tersebut dipelopori oleh Belanda dengan bantuan tokoh lokal Patih Pringgalaya.

Dan hingga saat ini Yogyakarta masih tetap merupakan wilayah daerah yang mempunyai keistimewaan dalam menggelola pemerintahannya,Dengan dipimpin seorang raja Yaitu Sri sultan Hamengku buwono X yang di nobatkan secara resmi pada selasa wage 12 rajab 1921 (atau dalam penanggalan nasional 7 maret 1989).dan diberikan gelar resmi Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa ing Ngayogyakarta Hadiningrat. menjadikan tradisi kebudayaan jawa serta adat istiadat masih terpelihara,terjaga dan di lestarikan sampai saat ini. hal itu pula lah yang menjadikan yogyakarta mempunyai kehidupan yang adem ayem,ramah,damai, sejuk dan membuat betah bagi siapapun yang singgah.

Yogyakarta kota pelajar
Yogyakarta pusat kota pelajar

Julukan sebagai kota pelajar,kota budaya sekaligus kota wisata saat ini semakin kental menempel pada nama Yogyakarta dan hal itulah yang menjadikan salah satu pertumbuhan ekonomi menjadi bagus.banyak masyarakat luar negeri maupun luar daerah yang masuk ke jogja untuk sekedar bertamasya ,ada juga yang menuntut ilmu atau ada juga yang memang berpindah tempat tinggal disini untuk berkarier atau mengembangkan usaha. tentunya dengan daya tarik seperti yang kami tulis di atas.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.