Beranda » Uncategorized » 17 lebih Tempat Wisata Bagus Di Kotagede Beserta Sejarahnya

Kotagede dalam bahasa jawa “kuthagedhe” yang berarti kutha=kota/tempat gedhe=besar,adalah sebuah kecamatan yang berada di daerah istimewa yogyakarta.mempunyai luas wilayah 3.07 km persegi dan terletak pada ketinggian 91 dpl (di atas permukaan laut).menurut data di tahun 2017 kotagede mempunyai jumlah penduduk 27.055 jiwa dan mata pencaharian penduduk setempat banyak yang menekuni kerajinan perak. maka dari itu kotagede juga sering disebut sebagai kota perak karena banyak terdapat pengerajin perak di wilayah ini.

Wilayah kecamatan kotagede terdiri dari 3 kelurahan ,yaitu: Kelurahan Prenggan,Kelurahan purbayan dan Kelurahan Rejowinangun dan untuk batas wilayah di sisi utara berbatasan dengan kecamatan umbulharjo yogyakarta serta kecamatan banguntapan bantul, untuk sisi timur berbatasan dengan kecamatn banguntapan, di sisi barat berbatasan dengan kecamatan banguntapan dan kecamatan umbulharjo dan untuk sisi selatan berbatasan dengan kecamatan banguntapan bantul.

Sebelumnya wilayah Kotagede ini merupakan bagian dari kasunanan surakarta dan sekaligus menjadi ibukota kasultanan mataram namun Selanjutnya kerajaan itu terpecah menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Menilik dari sejarah singkat tentang kotagede yang tertulis diatas dapat kita pastikan bahwa ditempat ini pasti terdapat tempat-tempat bersejarah peninggalan jaman dahulu kala, apalagi kultum masyarakat kota gede yang hingga saat ini masih kental dengan budaya gotong royong,tepo seliro,ramah dan punya kesadaran yang tinggi untuk menjaga dan melestarikan warisan/ peninggalan nenek moyang yang berupa bangunan kuno,situs-situs budaya maupun barang-barang antik/kuno. dan oleh karena itulah wilayah kotagede hungga saat ini menjadi daya tarik tersendiri untuk di kunjungi. Kotagede sebagai cikal bakal kerajaan Mataram Islam yang kemudian berkembang menjadi Kraton Yogyakarta dan Surakarta.  Hingga saat ini Kotagedhe masih menyimpan banyak sekali kisah sejarah,misteri, hingga legenda .

Beberapa tempat di kotagede yang menarik untuk di kunjungi antara lain :

  1. Masjid gedhe Mataram

Masjid gedhe mataram atau masjid agung kotagede dibangun pada zaman kerajaan Mataram pada tahun 1640 oleh Sultan Agung bergotong-royong dengan masyarakat setempat yang pada umumnya waktu itu beragama Hindu dan Budha. menurut prasasti yang tertulis bahwa pembangunan masjid terbagi dalam dua tahap yaitu : Tahap pertama dibangun pada masa Sultan Agung yang berhasil membangun pokok masjid yang berukuran kecil atau yang sering disebut langgar .tahap ke dua masjid ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono X. perbedaan paling terlihat dari dua tahap pembangunan tersebut adalah pada pembangunan yang di lakukan oleh sultan agung untuk tiang masjid memakai bahan kayu sedangkan pada masa pakubuwono x memakai bahan besi untuk tiangnya.

Masjid Mataram Kotagede

Kerukunan hidup pada saat itu terasa begitu indah karena dalam pembangunan tempat ibadah agama islam ( masjid ) masyarakat yang sebagian besar beragama Hindu dan Budha ( pada saat itu ) saling bahu membahu membantu dan bergotong royong dalam membangun sarana ibadah.maka tidak mengherankan jika Ciri khas Hindu dan Budha terlihat dari tiang dari kayu yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung yaitu gapura masjid yang berbentuk Paduraksa. hal itu lah yang menjadi salah satu bukti tingginya toleransi hidup beragama pada masa itu. Bangunan masjid agung mataram kotagede ini berbentuk limasan dan ruangannya terbagi menjadi dua bagian yaitu ruangan inti masjid dan serambi masjid. Di dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang dipakai untuk berkhotbah yang terbuat dari kayu ukir yang merupakan hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan.

Masjid Peninggalan mataram di Kotagede

Agung kemudian di bagian depan terdapat bedug sebagai penanda saat waktu sholat telah tiba . bedug tersebut merupakan hadiah dari Nyai Pringgit dan hingga saat ini masih di gunakan.di area halaman Masjid kotagede akan didapati sebuah pohon beringin tua yang umurnya sudah ratusan tahun yang bernama Wringin Sepuh, Pohon tersebut oleh masyarakat sekitar dianggap keramat dan diyakini membawa berkah bagi siapa saja yang mau bertapa di bawah pohon tersebut. Disekitar pohon tersebut terdapat parit yang mengelilingi Masjid. Parit tersebut dahulu dipakai untuk tempat berwudhu tetapi sekarang dipergunakan sebagai tambak.

2.Sendang Selirang

Sendang atau sumber mata air yang bernama Sendang Selirang ini terletak masih di komplek masjid kotagede dan makam kotagede.atau tepatnya berada di sisi selatan makam.ada sebuah gapura yang menghubungkan antara makam dan sendang tersebut.letak sendang yang lebih rendah dari makam sehingga ada tangga atau undak-undakan(=bahasa jawa) untuk menuju ke sendang tersebut.sendang selirang terdiri dari dua bagian yaitu Sendang Kakung (laki-laki) di sebelah utara

Sendang selirang Kotagede

dan Sendang Putri (perempuan) di sebelah selatan . sendang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 5 meter x 10 meter, beratap dan dikelilingi tembok setinggi 1 meter konon sendang ini adalah tempat mandi Panembahan Senopati ketika di Padepokan. Awalnya sendang ini muncul karena Panembahan Senopati ingin berwudhu sebelum sholat di masjid. Namun karena saat itu sedang tak ada air, Panembahan Senopati yang katanya sakti tersebut menjejakkan kakinya ke tanah sebanyak 3 kali dan muncullah mata air yang sekarang menjadi Sendang Selirang.

Sendang Selirang Kotagede Yogyakarta

3.Watu Gilang dan Watu Gatheng

Petilasan watu gatheng Kotagede

Watu gilang dipercaya merupakan singgasana panembahan Senopati berbahan Batu andesit ini yang dibawa dari Hutan Lipuro (Bambanglipuro, Bantul) berbentuk persegi ukuran 2 meter x 2 meter dan berwarna hitam. di bagian permukaan atas terpahat tulisan yang sudah tidak bisa terbaca lagi. Konon Tulisan ini berisi tentang keluh kesah dan kepasrahan terhadap nasib. pada salah satu sisi batu terdapat cekungan yang merupakan bekas benturan kepala Ki Ageng Mangir ( ki ageng manggir merupakan menantu sekaligus musuh panembahan senopati).untuk menaklukan kesaktian ki ageng manggir tersebut panembahan senopati mendapat usulan dari ki juru martani untuk memakai taktik ” apus krama”. yaitu dengan mengirimkan Puteri Pembayun untuk memikat Ki Ageng Mangir. Setelah Ki Ageng Mangir tertarik dan menikahi Puteri Pembayun, mau ndak mau dia harus menghadap ke mertuanya (Panembahan Senopati). Pada saat mangir sungkem inilah kepalanya dibenturkan oleh Panembahan Senopati dengan Watu Gilang hingga ia tewas seketika.

Petilasan Watu gilang Kotagede Yogyakarta

Watu Gatheng adalah batu yang digunakan oleh Raden Ronggo bermain bermain Gatheng. permainan gatheng adalah jenis permainan seperti bola bekel,dengan cara melemparkan batu kemudian di tangkap lagi untuk (cara memainkannya). terdiri dari 3 buah bola, satu berukuran diameter 15 cm ,ukuran diameter 27 dan ukuran 31 cm. kesaktian memainkan bola bekel dengan batu inilah yang membuat watu gatheng menjadi daya tarik tersendiri sebagai petilasan peninggalan raden ronggo.bahkan berkembang mitos di masyarakat yang bilamana sanggup dan kuat mengangkat(memainkan) watu gatheng maka akan terkabul atau tercapai ke inginan kamu.namun ada Versi lain mengenai watu gatheng ini, dimana Watu Gatheng adalah peluru meriam berukuran besar yang bernama Pancawura yang berada di Pagelaran Kraton Surakarta. Konon meriam Pancawura ini dulu hendak dibawa ke Batavia untuk menyerang VOC ketika Mataram dalam pemerintahan Sultan Agung, namun karena prasarana yang kurang akhirnya tidak jadi dilaksanakan.

Watu gatheng Kotagede

4. Makam Raja Mataram

Letak makam berada di sisi samping masjid gedhe mataram Dusun Dondongan, Desa Jagalan Kotagede, Bantul, Yogyakarta. syarat masuk ke dalam area makam, pengunjung diwajibkan menggunakan busana adat Jawa yang telah disediakan. Selain itu, kamu juga tidak boleh berfoto di area dalam pemakaman ya. bangunan komplek makam di kelilingi tembok besar dan kokoh dan untuk pintu gapura memasuki makam memiliki ciri arsitektur budaya Hindu bernama Gapura paduraksa dengan kusen. bermotif ukiran.

Makam raja mataram Kotagede

Pada puncak gapura ini terdapat ukiran kepala Kala bercuping ganda terbuat dari batu kapur, namun ekspresi raut muka Kala ini tidak begitu garang. Ada 3 gapura yang harus dilewati sebelum masuk ke bangunan makam dan di masing-masing gapura di jaga oleh abdi dalem dengan busana adat jawa.dan untuk waktu mengunjungi makam hanya di Hari Minggu, Senin, Kamis, dan Jumat, dengan periode waktu pada pk 08.00 – 16.00.

Makam raja-raja Mataram di Kotagede

5. Masjid Perak

Terletak di jalan mondorakan Blok Kg no.11 Kotagede Yogyakarta dan mulai di bangun sekitar tahun 1937 dan selesai pembangunan tahun 1940 ( 3 tahun lama proses pembangunan).luas bangunan 840 meter persegi masjid perak kota gede didirikan oleh 3 tokoh muhammadiyah yaitu H Mashudi, H Mudzakir, dan KH Amir . masjid perak di bangun berdasarkan beberapa pertimbangan diantaranya dengan melihat bertambah banyaknya jamaah yang berada di masjid mataram dan masjid mataram sendiri sudah tidak mampu menampung semua jamaah di samping itu pendirian masjid perak juga mengingat status masjid mataram yang merupakan masjid keraton (keraton solo dan keraton jogja).dengan status masjid keraton tersebut otomatis setiap acara atupun kegiatan yang akan di adakan di masjid mataram harus ijin terlebih dahulu kepada pihak keraton terkait.disamping harus menyampaikan ijin terlebih dahulu bilamana akan memakai untuk sesuatu kegiatan masjid mataram sendiri masih terikat erat dengan tata cara keraton sehingga ibadah yang dilakukan masih sangat tradisional.

Masjid Perak Kotagede

Nama masjid Perak di ambil bukan karena banyaknya pengusaha perak yang sukses di sekitar bangunan masjid melainkan di ambil dari bahasa arab yaitu “firaq” yang berarti memisahkan atau membedakan. akibat yang di timbulkan guncangan gempa besar pada tahun 2006 di yogyakarta membuat kondisi masjid perak rusak parah,dan berdasar pengamatan dan pertimbangan ahli pada tahun 2009 dilakukan pemugaran bangunan total dan hanya mimbar dan cagak/tiang yang masih di pertahankan.

Masjid Perak Kotagede Yogyakarta

6. Rumah Pesik

Terletak di jl. mondorakan gg.soka no.18 kotagede,jagalan,bantul yogyakarta. Rumah Pesik merupakan rumah kepunyaan Rudy J. Persik yang konon pekerjaannya merupakan seorang pengusaha. Di salah satu pintu terdapat prasasti yang berisi Lech Walesa, mantan Presiden Polandia 1990-1995 dan penerima Nobel Perdamaian tahun 1993 pernah menginap disitu.

Rumah Pesik Kotagede


anggun,antik,dingin dan misterius adalah kesan pertama yang terasa saat memasuki rumah pesik kotagede , Berbagai barang kuna mulai dari arca, patung, serta perabotan disusun di teras bangunan. Sebagian lagi diletakkan acak di halaman dalam. sebuah pemandangan yang mendekati gambaran sebuah tempat gudang barang antik atau semacam museum pribadi.begitu masuk rumah kalang dan melihat keatas kita langsung bisa mendapatkan sebuah ciri rumah kalang yaitu adanya berbagai ornamen pada usuk rumah.

Rumah pesik Kotagede Yogyakarta


7. Rumah kanthil

Rumah Kanthil adalah Karto Jalal, atau sebagian warga lebih mengenalnya dengan Karto Kanthil. Ia adalah seorang saudagar/pedagang batik kaya di Kotagede. Ketika usahanya mengalami kejayaan di tahun 1940-1960 Karto Kanthil pun meraup banyak keuntungan dari usaha batiknya. pada masa itu harga batik sangat mahal,banyak Orang rela menukarkan tanahnya yang seluas ratusan meter dengan dua atau tiga potong kain jarik. Tak heran, rumah dan tanah Karto Kanthil pun banyak terdapat di beberapa tempat di Kotagede. Omah kanthil atau rumah kanthil terletak di RT 49, RW 10 Kampung Trunojayan ,kotagede yogyakarta,atau sekitar 200 meter dari pasar kotagede ke arah barat.di namai omah kanthil karena di situ dulu tumbuh pohon kanthil atau dalam bahasa latin Michelia champaka yang besar dan dekat pohon kanthil tersebut terdapat lumpang atau alat penumbuk gabah terbuat dari batu hitam. pohon dan lumpang tersebut oleh sebagian warga di keramatkan bahkan ada mitos dari masyarakat, bilamana mempunyai penyakit dan dimandikan dengan air lumpang tersebut akan sembuh ( katanya sih….hehheeee )

Rumah Kanthil Kotagede Yogyakarta

Ketika karto Kanthil mempunyai hajatan menikahkan anaknya, pesta hajatan di gelar tujuh hari tujuh malam. sang Pengantin diarak keliling Pasar Kotagede. Pengantin laki-laki menunggang kuda. Pengantin perempuan di usung memakai tandu hias yang dipikul empat orang lelaki gagah. Keluarga yang lain mengendarai kereta kuda hias. Sedangkan anak-anak yang mengiringi naik kremun (tandu kecil), di belakangnya barisan umbul-umbul, rontek. untuk pramuladi pun pria-pria pilihan, gagah-gagah berkulit kuning langsat. Pemuda-pemuda itu diambil dari kampung-kampung di Kotagede yang tergabung dalam paguyuban Susilo Mudho.

Pada tahun 1960 usaha batik di kotagede mengalami masa keterpurukan begitu juga usaha milik karto kanthil dan di tahun-tahun berikutnya usahanya makin sepi dan bahkan mati.di saat-saat itulah aset dari karto kanthil banyak yang di jual oleh ahli warisnya.muali dari tanah pekarangan sampai barang-barang perabot rumah tangga. tak banyak jejak yang bisa dilacak dari pendapa Kanthil. Selain pernah menjadi tempat ibadah sholat tarawih pengajian anak-anak Komariyah Masjid Perak, pendapa Kanthil jarang sekali dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Pendapa kanthil pada tahun 1990 mempunyai cerita tragis yaitu ketika seorang menantu karto kanthil menjual pohon mangga. Karena tukang tebang kurang perhitungan, potongan ranting besar pohon itu menimpa pendapa Kanthil . Akibatnya, pendapa Kanthil pun miring. Karena tidak punya biaya untuk mengembalikan pendapa seperti semula, pendapa Kanthil itu dibiarkan miring dalam waktu yang lama. dan pada akhirnya pendapa kanthil ini berpindah pemilik alias di jual. terjualnya pendapa Kanthil tersebut menjadikan tempat ini sangat berubah dan makin tidak terurus.dan seakan-akan hanya menjadi sebuah tempat yang menunggu di hancurkan oleh waktu (karena tidak terurus).bahkan karena tidak terurus tempat ini semacam mempunyai aura mistis dan wajar saja bila beberapa waktu yang lalu ada sebuah stasiun tv swasta yang memanfaatkan tempat ini untuk acara uji nyali

8. Rumah pocong sumi

Terletak di desa jagalan, banguntapan kotagede yogyakarta.dan di bangun sebelum tahun 1860. Rumah ini tidak di tinggali dan juga tidak di jual. karena pemilik awal rumah ini sudah meninggal dan mempunyai 3 ahli waris.tetapi dari ke 3 anak tersebut tidak ada yang meninggali rumah ini karena sudah mempunyai rumah sendiri-sendiri.

Rumah pocong Sumi Kotagede

Seperti bangunan rumah lainnya yang berada di kotagede,rumah ini mempunyai gaya bangunan kuno peninggalan jaman belanda.meski tidak di tinggali pemiliknya namun rumah ini di rawat oleh seseorang yang di percaya oleh sang pemilik.maka walaupun tak di tinggali tetapi rumah ini terjaga akan kebersihannya.Banyak cerita mistik yang berkembang di masyarakat mengenai rumah ini diantaranya penampakan sosok pocong di teras rumah yang sudah banyak di lihat orang, mungkin hal itulah yang menjadikan rumah ini di sebut dengan rumah pocong sumi.bahkan saking jahilnya penunggu rumah ini banyak host tv atau acara tv swasta yang berkategori dunia lain memakai tempat ini untuk acaranya.

Rumah Pocong Sumi Kotagede Yogyakarta

8. Cokelat Monggo

Adalah produk kuliner olahan yang mengusung filosofi coklat lokal senyaman kota jogja. namun rasa produk cokelat yang kaya antioksidan ini tidak kalah dengan cokelat bikinan negara belgia yang kondang itu.untuk rumah produksi cokelat monggo sendiri berada di wilayah Jl. Dalem KG III / 978, Purbayan kotagede yogyakarta.

Pabrik Cokelat monggo kotagede

Berawal dari seorang pria asal belgia Yang bernama Thierry yang berpetualangan di Yogyakarta, dia yang hobby makan coklat merasa kurang puas dengan kualitas cokelat yang beredar di Indonesia.berawal dari itulah Thierry berkeinginan membuat coklat dengan resepnya sendiri dan memakai bahan-bahan pokokasli indonesia.Ternyata keterbatasan kwalitas bahan tersebut justru membuat sang turis lebih kreatif dalam menciptakan inovasi yang baru memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia.dan untuk pertama kali coklat “truffle” yang di buat mampu mengikat lidah bagi yang mencicipinya.dan pada tahun 2005 berdiri sebuah pabrik cokelat yang di beri nama cokelat monggo yang berada di kota gede. Kata Monggo” berasal dari bahasa jawa yang ber arti “silahkan”atau kata untuk mempersilahkan kepada orang lain dengan sopan dan rasa hormat. Kata “monggo” yang sangat identik dengankeramahan masyarakat Jogja, akhirnya dijadikan nama untuk produk cokelat ini agar mudah di ingat, dengan harapan bahwa Cokelat Monggo selalu menanti di cicipi para pecinta cokelat saat berkunjung ke yogyakarta.

Produksi Cokelat Monggo Kotagede Yogyakarta

Pabrik cokelat monggo jauh dari kesan mewah,bahkan bangunan usaha coklat ini justru hanya Sebuah rumah sederhana yang asri yang disulap menjadi pabrik Cokelat Monggo. Beragam aksesoris unik tersedia di depan gerai cokelat yang menyambut anda untuk diabadikan dalam foto. Mulai dari photobooth yang unik, vespa berwarna pink yang nyentrik, hingga dekorasi rumah yang sangat homy. disamping memproduksi aneka ragam rasa cokelat, di tempat ini anda juga dapat melihat langsung proses pembuatan cokelat yang dibuat dari premium dark chocolate hingga mencapai 69% kakao. Rasa cokelat yang cenderung pahit memiliki kadar lemak yang rendah, sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi bagi anda yang sedang diet. selain produk monggo yang mainstream juga di produksi varian rasa antara lain rasa buah-buahan, Caramello, White Chocolate, Marzipan, Red Chili, hingga rasa Rendang. Untuk kemasan cokelat monggo sendiri tergolong unik dan menarik, karena kemasan yang digunakan terbuat dari kertas daur ulang yang telah bersertifikat FSC. Tentunya kemasan ini merupakan kemasan alami yang sangat ramah lingkungan.

10. Sekar kedhaton

Sekar Kedhaton Restaurant merupakan salah satu restaurant terbesar di Yogyakarta yang terletak di Kotagede yang juga terkenal sebagai sentra kerajinan perak di daerah Yogyakarta. Bangunan kompleks Sekar Kedhaton merupakan perpaduan arsitektur Jawa, China, Portugis dan Belanda.
Sekar Kedhaton Restaurant berdiri disebuah bangunan yang memiliki nilai histories yang cukup tinggi. Bangunan ini didirikan pada tahun 1800an oleh Bapak Prawiro Soewarno atau akrab dengan sapaan Pak Tembong. Pak Tembong adalah seorang pengusaha sukses dan tersohor diwilayah Kotagede, beliau asli orang Kotagede atau sering disebut Suku Kalang. bangunan ini pernah diduduki tentara Belanda, lalu Pak Tembong mengasingkan diri ke wilayah Bantul sampai akhir hayatnya. Bangunan ini sempat dijadikan Markas Tentara Republik Indonesia sebelum masa kemerdekaan.

Sekar kedhaton restaurant



Dahulu Pak Tembong adalah pengusaha kerajinan emas dan pegadaian. Konsumennya banyak berasal dari kalangan kerabat bangsawan Kraton Yogyakarta. Beliau dipercaya sebagai pemasok utama kebutuhan perhiasan para kerabat Kraton Yogyakarta.

Karena kekayaannya yang berlimpah, tersebar cerita pada jamannya pak Tembong pernah berkeinginan menghiasi kediamannya (sekarang Sekar Kedhaton & ansor Siver) dengan koin-koin emas bergambar Ratu Belanda. Awalnya keinginannya ditentang oleh pihak Belanda karena ratunya di gunakan sebagai hiasan lantai yang nantinya akan terinjak oleh banyak orang. Namun akhirnya pihak Belanda memperbolehkan keinginannya dengan syarat, penataan koin tersebut miring sehingga wajah Ratu mereka tidak terlihat. Pak Tembong tidak bisa menerima syarat yang diajukan oleh pihak Belanda, Karena ia berpikir dengan penataan tersebut memerlukan banyak koin emas. Akhirnya rencananya dibatalkan.


Sekar kedhaton mempunyai slogan A Luxurious Touch of The Royal Javanese Majesty terletak di JL. Tegal Gendu No. 28 Kotagede yogyakarta menghadirkan layanan yang sangat unik, yang sebut dinamakan rijstafel service. Rijstafel sendiri adalah layanan versi Belanda dengan makanan indonesia yang terdiri dari pelayanan bermacam-macam lauk pauk dan sayuran seperti udang bakar, sate sapi, bunthil pepaya, ayam bakar, dan buah-buahan yang dipadukan dengan layanan yang sangat memuaskan. tempat ini juga dilengkapi dengan lounge yang terletak di lantai II. Tempat ini sangat istimewa untuk bersantai, rilex dan bisnis, karena ditempat ini disediakan beragam minuman yang bervariasi dan dapat mengakrabkan suasana santai Anda. Selain itu, Sekar Kedhaton Restaurant juga dilengkapi dengan boutique residence yang mewah, terdiri dari 3 kamar dengan balutan interior Jawa yang nyaman. Pelayanan tambahan yang kami berikan ditempat ini antara lain afternoon tea, fruit basket dan breakfast untuk 2 orang.

Sekar kedhaton restaurant Kotagede Yogyakarta

Selain hidangan kuliner yang dapat kita temui di Sekar Kedhaton Restauran ini, Anda juga dapat berbelanja souvenir kerajinan perak di Ansor Silver. Toko kerajinan perak yang sudah tersohor di Kotagede ini terletak satu area dengan Sekar Kedhaton Restauran. Itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

11. Karang kotagede

Karang Kotagede adalah sebuah tempat di kotagede yang merupakan lapangan sepak bola tetapi bila malam hari tempat ini berubah peruntukan untuk tempat menjajakan berbagai macam jenis kuliner.puluhan jenis kuliner ada di sini dengan nuansa tempat makan lesehan di lapangan bola yang sangat luas, menjadikan rasa lega dan segar saat makan malam di sini.

Kuliner malam karang kotagede

Harga menu ti tiap-tiap warung disini juga relatif terjangkau dan umum seperti tempat lainnya.dari menu sate sapi,sate kambing,aneka ikan bakar dan goreng dan menu lainnya .

Sate karang kotagede Yogyakarta

12. Wisata Lorong

Adalah wisata menelusuri gang yang rata-rata relatif sempit di wilayah kotagede, walaupun gang di wilayah ini sempit tetapi di setiap gang banyak terdapat rumah atau bangunan kuno peninggalan sejarah,oleh karena itu tempat-tempat tersebut banyak di pakai untuk berselfi atau mengabadikan kenangan mereka.

spot selfie istagramable di kotagede

Dengan latar belakang bangunan kuno atau tempat unik lainnya menjadikan suatu kenangan indah dan berkesan tersendiri saat berfoto ria.

tempat selfie bagus di kotagede

dan spot-spot foto tersebut di jamin tidak akan di dapatkan di tempat lain manapun karena tempat wisata lorong kotagede yang alami dan natural

13. Omah Ugm

Omah UGM terletak di Kampung Bodon, Jagalan Kotagede yogyakarta bangunan ini pada mulanya milik parto darsono dan pada waktu gempa bumi tahun 2006 banyak sekali bangunan yang rusak di akibatkannya. melihat itu Universitas gajah mada (Ugm)ikut mengambil peran untuk melestarikan warisan bangunan peninggalan leluhur dengan membeli rumah tersebut.

Omah Ugm di Kotagede

Saat ini bangunan omah ugm ini di jadikan sebagai Pusat Pergerakan Pelestarian bangunan dan budaya.pada area omah ugm ini terdapat sebuah pendopo yang di bangun pasca gempa 2006 dan juga terdapat sebuah ruangan atau dalam bahasa jawa di sebut gandhok.di Bagian dalam rumah ini terdapat benda benda kuno yang bernilai seni tinggi tersimpan didalamnya. Terlihat juga bentuk khas arsitekturalnya yang menyuguhkan kontruki rumah jawa yang khas

Omah Ugm Kotagede Yogyakarta

Bagi para wisatawan, Omah UGM juga menghadirkan pesonanya sendiri. Semua bagiannya memang menarik untuk dijadikan objek ataupun background foto. berselfi dengan latar belakang omah ugm berikut nuansanya akan menghadirkan hasil dokumenttasi foto yangmempunyai kesan tersendiri.

14. Pasar Legi Kotagede

Adalah pasar tradisional tertua yang ada di yogyakarta. di bangun pada abad ke -16 dan sampai dengan saat ini masih merupakan tempat jual beli yang banyak di pakai dan di kunjungi warga yogyakarta.terletak di jalan .mentaok raya purbayan kotagede yogyakarta.nama pasar legi di ambil karena tempat ini melakukan aktifitas utamanya ( pasaran =bahasa jawa) setiap pasaran legi ( pahing, pon, wage, kliwon, dan legi. adalah nama hari pasaran jawa).

Pasar legi Kotagede

Pada hari-hari biasa pasar ini mulai pagi buta ramai di kunjungi warga untuk mencari kebutuhan sehari-hari.dan aktifitas akan sedikit lengang pada siang hari sekitar jam 12 siang ke atas. dan pado sore mulai jam 4 sore giliat pasar legi kotagede mulai bangun lagi,banyak penjual yang menjajakan aneka kuliner dan jajanan tradisional.

Pasar Tradisional Kotagede

Sesuai dengan namanya pasar legi kotagede akan menjadi sangat ramai akan aktifitas jual beli setiap pasaran legi,selain kebutuhan pokok yang sehari-hari di jual pada saat pasaran ini juga banyak penjual hewan piaraan seperti burung,ayam,bebek dan hewan lainnya. maka tak mengherankan bila saat hari pasaran jalan di seputaran pasar akan sangat padat dan macet.

15. Pemukiman Tradisional jawa

Terletak di seberang area makam pendiri kerajaan mataram atau terletak di kampung alun-alun kelurahan purbayan kotagede Yogyakarta.merupakan bangunan rumah tradisional asli mataram jawa. berjalan sekitar 50 meter lagi ke arah selatan, telah menanti sebuah tembok gapura rendah dan berongga lengkap dengan plakat yang bertuliskan “Cagar Budaya”.

Pemukiman tradisional jawa di kotagede

Melewati gapura tembok tersebut, kamu akan dibuat takjub oleh bangunan rumah-rumah tradisional Kotagede yang masih terawat dengan baik. Hebatnya lagi, rumah-rumah tersebut masih tetap berfungsi sebagai rumah tinggal. ditempat ini anda bisa melihat “Between Two Gates”, yang disimpulkan sebagai “Di Antara Dua Gerbang,” sebuah system tata lingkungan pemukiman di Kotagede, terutama di Kampung Alun-Alun RT 37 RW 09, Kelurahan Purbayan. Menurut tahun yang tercantum di tembok pintu gerbang samping timur, permukiman ini telah ada sejak tahun 1840

Suasana pemukiman jawa di Kotagede Yogyakarta

.

Dengan sekelumit paparan singkat mengenai pemukiman tradisional jawa tersebut dapat kita simpulkan bahwa tempat tersebut menjadikan daya tarik untuk di kunjungi karena mempunyai nuansa jaman dahulu .

16. omah dhuwur

omah dhuwur terletak di di Jl. Mondorakan No.252, Bodon, Prenggan, kotagede yogyakarta.di beri nama omah dhuwur (rumah tinggi=bahasa indonesia) karena secara geografis ada pada tanah yang lebih tinggi dari bangunan lainnya di sekitarnya. Setelah mengalami renovasi, bangunan yang awalnya berfungsi sebagai rumah tempat tinggal ini mulai pada bulan April 2002 resmi menjadi sebuah restoran.

Omah dhuwur restaurant

Omah Dhuwur yang terletak pada tanah seluas kurang lebih 3.800 m2 dan luas bangunan kurang lebih 2.800 m2 ini, direnovasi oleh pengembang Maxinary Puspitakarya. Mengenai siapakah sebenarnya arsitek yang merancangnya, sayangnya sampai saat ini masih belum diketahui, dan masih diusut oleh Yayasan Kantil, yayasan yang menangani seluk beluk Kotagede. Banyak legenda dan mitos yang mengelilingi Omah Dhuwur, dari pemiliknya hingga asal muasal bangunan ini. Setiap orang yang memasuki bangunan ini akan langsung dapat melihat kekhasan karya yang sudah berdiri selama 150 tahun. Meski sekarang sudah dibuat menjadi lebih modern, tapi perubahan ini tidak terlalu signifikan, sehingga tidak merusak arsitektur awal bangunan ini.

suasana omah Dhuwur Kotagede Yogyakarta

Beralihnya fungsi dari rumah pribadi ,pabrik tenun dan yang terakhir di peruntukan untuk usaha restoran, omah dhuwur mempunyai ciri khas tersendiri baik mengenai tata letak maupun menu yang di sajikan. Restoran di Kotagede ini termasuk restoran mewah di Jogjabtetapi Meskipun memiliki kesan mewah, harga makanan dan minuman di Omah Dhuwur Restaurant relatif terjangkau. Menu-menu yang ditawarkan terdiri dari menu Asia, menu tradisional Indonesia, dan menu Western.

Omah dhuwur restaurant kotagede Yogyakarta

Anda tertarik untuk mencoba aneka macam menu ,suasana klasik dan kuno restaurant omah dhuwur? silahkan hubungi kami.

17. Wisata kerajinan perak Kotagede

Kotagede selain di kenal dengan banyaknya peninggalan budaya yang masih tetap terjaga dengan apik juga di kenal sebagai kota kerajinan perak yang terkenal di seluruh indonesia bahkan ke manca negara.di wilayah ini banyak dan mudah kita temukan pengrajin perak dengan kwalitas bagus serta bahan baku kerajinan terbaik dan pilihan.

Hasil Kerajinan Perak Kotagede

anda bisa mengunjungi pengerajin perak yang berada tersebar di wilayah kotagede untuk mengetahui dan melihat proses pembuatan perhiasan perak.

Pengerajin Perak Murah di Kotagede

Di sepanjang jalan utama kawasan kotagede juga banyak di temui Toko dan workshop kerajinan perak yang memproduksi Perhiasan dan kerajinan perak berbagai model dan ukuran kadar karatnya.tentunya kerajinan tersebut sangat cocok dijadikan oleh-oleh bagi pasangan, orangtua dan kerabat di rumah. Kamu juga bisa membeli cincin couple untuk pasanganmu tentunya.

Proses Kerajianan Perak Harga murah Kwalitas bagus



# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.